Makassar, Sulawesi Selatan

fans' posts with tag: tribun timur

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag tribun timur
Blog EntryForum Diskusi, Mohon MasukanMar 24, '08 1:57 PM
for everyone
Hai semua! Saya sedang membuat forum diskusi pembaca surat kabar Tribun Timur dan netters www.tribun-timur.com. Klik tribun.freeforums.org. Mohon masukan. Bagus juga kalau bisa bergabung he he he. Salam!

Blog EntryForum Diskusi, Mohon MasukanMar 24, '08 1:57 PM
for everyone
Hai semua! Saya sedang membuat forum diskusi pembaca surat kabar Tribun Timur dan netters www.tribun-timur.com. Klik tribun.freeforums.org. Mohon masukan. Bagus juga kalau bisa bergabung he he he. Salam!

EventHUT Ke-4 Surat Kabar Tribun Timur, MakassarFeb 16, '08 2:34 AM
for everyone
Start:     Feb 9, '08 03:00a
End:     Feb 16, '08


Blog EntryInovasi Media Sebagai Keharusan Feb 14, '08 6:46 AM
for everyone
http://tribun-timur.com/view.php?id=63935&jenis=Opini

Kamis, 14-02-2008     
Inovasi Media Sebagai Keharusan    
Opini Tribun
     
Oleh: Aswar Hasan, Ketua KPID Sulsel

Pada tahun 1990 Bill Gates meramalkan, 10 tahun lagi (tahun 2000) surat kabar tercetak akan mati. Tetapi setelah sepuluh tahun berselang, pendiri Microsoft tersebut, kembali merevisi prediksinya, kemungkinan sekitar 50 tahun lagi ke depan, ramalannya akan mewujud.
    
Masyarakat akan terbiasa dengan electronic paper dan perlahan tapi pasti surat kabar tercetak akan ditinggalkan.
Sejauh mana realibilitas prediksi Bill Gates tersebut akan terwujud, masih perlu diuji kepastiannya. Paling tidak, prediksi Gates masih perlu dikomprontasikan dengan pandangan teori konvensional yang digulirkan oleh Wolfgang Riefel, selaku pemimpin redaksi Nuernberger Zeitung. Wolfgang Riefel menyatakan, media baru bukanlah pengganti atau subtitusi media lama melainkan merupakan tambahan atau kumulatif.
Ketika sejumlah surat kabar berlomba meluncurkan versi media online dimana versi tercetak di-posting secara online di situs media bersangkutan, sejumlah pengamat media meramalkan, bahwa tidak lama lagi, pelanggan terdidik menengah ke atas akan berhenti berlangganan surat kabar tercetak. Pasalnya, karena apa yang diberitakan di media cetak, sudah dapat diakses seketika, dengan menggunakan ponsel dimana pun dan kapan saja.
Sebagaimana diketahui, teknologi informasi telah membentuk kebiasaan baru masyarakat. Bagi siapa saja yang tidak segera menyesuaikan diri, ia akan tertinggal dan dilupakan. Hukum aksiomatik teknologi berkembang berdasarkan deret ukur, melampaui deret hitung. Jika tidak berani melakukan lompatan penyesuaian, kita akan tertinggal jauh. Demikianlah sifat perubahan dan penetrasi teknologi komunikasi terhadap pola dan gaya hidup dalam pergaulan masyarakat moderen.
Sebagai media yang baru eksis dengan usia relatif masih muda (empat tahun), keputusan meluncurkan media berita versi online melalui portal berita secara real time, dapat dipandang sebagai langkah berani yang penuh tantangan dan risiko. Tantangannya, media online membutuhkan penangan SDM yang faham karakteristik jurnalistik media cyber dengan kesigapan prasyarat antisipasif, khususnya implikasi atas sejumlah masalah cyber law yang sewaktu-waktu bisa bermasalah. Risikonya, Tribun Timur harus bisa mengendalikan diri, jika sewaktu-waktu (di masa datang) terjadi migrasi kebiasaan dari tradisi membaca media cetak menuju kebiasaan baru yang hanya doyan membaca media online, sebagaimana yang diprediksi Bill Gates.
Untuk menelisik bagaimana wujud ramalan-prediksi- antara penggiat media cyber oleh Bill Gates, dan aktifis media cetak yang dipelopori oleh Wolfgang Riefel, penulis tidak akan melihatnya secara vis a vis yang berangkat dari salah satu sudut pandang ekstrem masing-masing pihak. Sangat boleh jadi, beberapa sudut pandang dari mereka berdua, memiliki unsur kekuatan realibilitas (berpeluang menjadi nyata). Bahkan, dari keduanya sangat mungkin mengalami proses sinergisitas dalam wujud mutual simbiosis (berhubungan yang saling menguntungkan).
Setidaknya, sinergisitas kedua sisi pandang tersebut, mulai tampak pada inovasi media cetak Tribun Timur, khususnya ketika berinisiatif meluncurkan portal Tribun-Timur.Com sebagai media online. Menariknya, karena Tribun Timur tidak lagi sekadar memindahkan isi (content) edisi media cetak (print edition) ke media online di portal www. tribun-timur.com. Sejak September 2007, seiring dengan pertumbuhan pesat media cetak Tribun Timur (bertumbuh pesat sekitar 1500 persen) masyarakat luas sudah dapat mengakses berita Tribun Timur secar real time. Jika sebelumnya, berita real time (kejadian aktual) menjadi market leader segenap media siaran, maka saat ini, hal itu sudah terbagi ke media cetak versi online.
Model pemberitaan secara real time melalui media online yang isinya tidak lagi berupa copy paste dari edisi cetak, menjadi menarik secara menantang untuk dicermati ke depan, khususnya terhadap wujud -nasib- media massa cetak sebagaimana ramalan Bill Gates dan Wolfgang Riefel.
Jika saja Tribun Timur sekadar mem-posting isi beritanya di portal media online sebagaimana halnya yang ada di versi media cetak (copy paste), sangat boleh jadi, di masa depan, orang tidak lagi begitu membutuhkan media massa berita versi cetak (media print), akan terjadi migrasi pembaca ke media online, sebagaimana prediksi Bill Gates. Logikanya sederhana, yaitu jika berita yang sama sudah tersedia dan sewaktu-waktu sudah bisa diakses dimana saja, maka untuk apa lagi berlangganan media cetak?
Akan tetapi, jika ketersediaan informasi di media online tampil dengan sifat, bentuk dan dengan isi yang berbeda dari apa yang tersaji di versi media cetak, maka orang akan tetap membutuhkan versi media cetak. Terlebih lagi, jika isi berita dan informasi yang tersaji di versi media online hanya bersifat informatif dini secara aktual, dan masih perlu pendalaman atau investigatisi dari beberapa sudut pandang. Pendalaman atau investigasi kejadian sebagai peristiwa berita yang sudah tertuang di media online tersebut, tentunya masih memerlukan waktu kerja yang cukup. Pada sisi inilah, posisi dan peran media cetak tidak tergantikan. Bahkan, bisa memamfaatkan dan memenangkan situasi atas kebutuhan informasi yang konprehensif dan mendalam dari khalayak pembaca.
Dalam konteks dan perspektif inilah, maka ke depan, Tribun Timur semakin mendesak untuk melakukan sinergisitas isi dan format berita, antara versi media cetak dengan versi media online. Bukan untuk saling mematikan atau berkompetisi, tetapi seyogyanya bisa bersinergi, saling menghidupkan secara siombiosis. Contohnya, jika sebuah berita X yang tersaji di versi media online mendapat respon yang meluas dan positif dari pengakses, -mengingat di media online, respon pengakses dapat diketahui secepatnya, tidak sebagaimana di media cetak- maka untuk edisi media cetak, masalah X tersebut harus mendapat perhatian untuk menjadi pembahasan secara konprehensif dan mendalam.
Dengan demikian, maka paling tidak, khalayak pembaca akan tetap membutuhkan kedua bentuk media tersebut. Maka dalam pada itu, inovasi teknologi informasi di media Tribun Timur untuk saat ini dan kedepan, dalam perspektif prediksi Bill Gates, tidaklah sepenuhnya benar. Di sisi lain, pandangan Wolfgang Riefel, menjadi patut dan relevan untuk dipertimbangkan.
Teknologi Informasi
Dalam catatan HUT Ke- 4 Tribun Timur (9/2-2008) Dahlan, selaku pemimpin redaksi Tribun Timur, menulis, dalam masyarakat yang berubah, ada satu kekuatan yang begitu dahsyat yang mendorong, menciptakan, dan mengarahkan perubahan. Kekuatan dahsyat itu adalah teknologi informasi. Lebih lanjut, Dahlan mengutip pandangan Charles Darwin, bahwa untuk mampu bertahan di era teknologi dengan perubahan yang gencar dan dahsyat itu, dibutuhkan kemampuan penyesuaian diri. Bahwa pada akhirnya, bukan yang kuat yang bertahan hidup (survival), melainkan yang bisa menyesuaikan diri. Terbukti, banyak media besar dan kuat, yang pada akhirnya punah, karena tidak mampu menyesuaikan diri.
Teknologi informasi adalah lokomotif perubahan. Siapa yang tidak mampu mengantisipasinya akan tergilas oleh roda sejarah perubahan. Tidak sedikit persoalan yang ditimbulkan oleh inovasi IT (Teknologi Informasi) tersebut. Maka, perdebatan pun bermunculan. Salah satunya, adalah pandangan yang mempolemikkan, bahwa perkembangan IT seharusnya mempermudah persoalan hidup manusia, bukan justru memperumit kehidupan, dengan menciptakan ketergantungan dan keterjajahan oleh IT. Di tengah polemik tersebut, setidaknya dibutuhnya pemahaman tentang karakteristik dinamika IT itu sendiri, dalam kaitannya dengan eksistensi dan relevansi kebutuhan manusia. Tanpa pemahaman dasar seperti itu, akan sulit mensikapi arus dahsyat perubahan IT yang terus mengejolak di tengah kehidupan kita.
Dalam kajian media, ada tiga pendekatan upaya memahami perkembangan teknologi komunikasi (Wilhelm, 2000). Pertama, pendekatan Dystopian. Kelompok ini, sangat hati-hati dan bersikap kritis tehadap penerapan teknologi komunikasi, sebab dampak yang ditimbulkan, bisa mengacaukan kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan politik suatu bangsa. Di antara tokoh pendukung Dystopian, adalah; Edmun Husserl, Heidegger, dan Hanna Arendt.
Pandangan kedua, berasal dari kaum Neo Futuris. Kelompok ini, didukung oleh John Naisbitt, Alvin Toffler, dan nicholas Negroponte. Mereka berpandangan, bahwa kehadiran IT harus diterima sebagai bentuk kemajuan dan kreativitas manusia. Mereka menolak kaum Dystopian yang lebih banyak bernostalgia dan menganggap kemajuan teknologi yang tidak terkontrol, bisa mengancam eksistensi manusia.
Salah seorang tokoh Neo Futuris, Alvin Toffler, mengatakan, bahwa daripada berjuang sia-sia untuk membatasi percepatan ritme kehidupan kontemporer (kehidupan moderen berdasarkan teknologi), maka yang mendesak, adalah kita seharusnya berupaya terus menerus memperbaiki dan berpikir ulang mengenai tujuan sosial kita, dari sudut perubahan yang revolusioner. Dampak dari ketidaksiapan menghadapi perubahan dan kemajuan teknologi tersebut, adalah terjadinya goncangan masa depan (future Shock). Olehnya itu, kata Toffler, dari pada memunculkan pemberontakan melawan masa depan, maka harus sejak sekarang, mulai mengantisipasinya dengan mendesain masa depan itu sendiri.
Pandangan ketiga, menamakan diri sebagai Teknorealis. Faham ini, bertujuan untuk menjadi juru damai antara pandangan Dystopian dan Neo Futuris dalam hal penerapan teknologi komunikasi dan dampaknya dalam kehidupan masyarakat. Teknorealis berpendapat, bahwa teknologi tidaklah netral, dimana misalnya, temuan dan dampak internet adalah revolusioner, membawa perubahan yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, dan hal itu bukan utopia, tetapi sebuah kenyataan yang harus dihadapi. Mereka menyadari, bahwa saat ini telah terjadi ironi kemajuan IT yang banyak berakhir dengan memperalat manusia dalam kehidupannya. Padahal awalnya, IT dimaksudkan sebagai alat mengontrol ruang dan waktu bagi kepentingan manusia. Bukan justeru sebaliknya. Kelompok Teknorealis banyak dipelopori oleh kaum profesional, termasuk sejumlah jurnalis dan akademisi yang bergerak dalam kajian teknologi media.
Pada akhirnya, kita pun harus bertanya. Model perubahan dengan cara pandang yang mana akan dilakukan oleh media Tribun Timur? Kita tunggu hasilnya. (***)

Blog Entrytribun-timur.com digunjingkan di detikforumFeb 12, '08 9:36 AM
for everyone
Ngobrol tentang tribun-timur.com. Aku kopi dari detikforum

http://www.detikforum.com/archive/index.php/t-8270.html

temancurhat
15th December 2007, 14:43
aku biasanya baca http://tribuntimur.com

lbh enak krn di update setiap saat kayak detikcom
hehehehe
kalo fajar update-nya lama per 24 jam beritanya membosankan !

deaglefrenzy
18th December 2007, 18:56
eh, tau ga?


Berita-berita olahraga di koran Fajar hampir semua hasil copy paste dari detiksport.com

MAKASSAR TERKINI
18th December 2007, 19:33
Yah berhubung kami majalah bulanan maka update artikelnya tiap bulan, tapi untuk halaman depan even dan promo update tiap hari kok , jadi kalau mau tahu even apa yang terjadi dimakassar tiap hari klik aja www.makassarterkini.com
kalau mau pasang iklan baris juga boleh kok, gratis lagii..
ada forumnya juga.. ok.

yuyun
21st December 2007, 09:53
kalau gitu baca berita makasar dulu dech


yuyun
Rahasia telp bebas pulsa dari Hp sendiri
klik. www.pulsahp.8rf.com

kasedlooc
27th December 2007, 15:00
:cheers: http://www.makassarterkini.com/images/stories/image-des07/cover_mt_des07.jpg

Yang ingin tahu tentang makassar baca makassar terkini atau klik




gua kirain ini photonya dhani dewa :cheers:

kasedlooc
27th December 2007, 15:01
eh, tau ga?
Berita-berita olahraga di koran Fajar hampir semua hasil copy paste dari detiksport.com

Anak perusahaannya detik.com kaleeee :clap: :afro:

Linkmakassar, sulawesi selatanFeb 11, '08 10:17 AM
for everyone
Link: http://makassar2008.wordpress.com/

Makassar, Sulawesi Selatan.. pembaca Tribun Timur dan penggemar www.tribun-timur.com

Blog EntrySukses di TV, Sex And The City ke Layar LebarJan 26, '08 10:33 AM
for everyone

Minggu, 27-01-2008 

Kehidupan Wanita Urban dan Fashion
 
sumber: harian Tribun Timur, Makassar:  http://www.tribun-timur.com/view.php?id=61526

SELAIN film Friends serta Desperate Housewives, serial televisi drama komedi romantis yang laris manis dan menjadi langganan penghargaan Emmy Awards baik dari segi cerita maupun para pemerannya adalah serial Sex And The City.
Film yang dinilai sebagai potret kehidupan wanita lajang kelas menengah ke atas urban Amerika ini sempat menjadi kiblat fashion dan tayangan favorit wanita Amerika.
 
Di Indonesia, Sex And The City sempat tayang di salah satu stasiun TV swasta. Namun, karena dianggap isinya tidak sesuai dengan kultur lokal, penayangan ini dihentikan.
Meski begitu, peredaran VCD maupun DVD seri yang mencapai 64 episode yang terbagi dalam enam musim, laris diminati.
Melihat suksesnya film produksi HBO tersebut studio yang pernah menggarap trologi laris Lord of the Rings, New Line Cinema, membawa serial yang menceritakan aspek kehidupan empat wanita simbol wanita masa kini yang tinggal di New York tersebut ke layar lebar.

Seputar Fashion
Hal yang kerap menjadi pembahasan keempat wanita tersebut adalah seputar fashion dari perancang terkenal, masalah hubungan percintaan yang rumit, persahabatan, serta kehidupan seksual masing-masing tokoh.
Sukses dalam mengusung serial yang diangkat dari kolom autobiografi tulisan Candace Bushnell ini membuat New Line Cinema kembali mempercayakan penggarapan kepada Michael Patrick KingTidak hanya sebagai produser tapi juga sebagai penulis naskah dan sutradara.
Tidak ada perubahan pemeran untuk keempat tokoh sentral. Sarah Jessica Parker tetap menjadi Carrie Bradshaw, kolumnis masalah percintaan-namun kehidupan cintanya selalu bermasalah- di koran The New York Star yang sangat mencintai sepatu Manolo Blahniks.
Dalam film bertajuk Sex and the City: The Movie ini, Carrie Bradshaw juga mengambil peran sebagai produser.
Karakter wanita independen, memiliki kehidupan seksual paling beragam, dan tidak mau terikat dengan satu pria, yang berprofesi sebagai sorang publicist, Samantha Jones, dipercayakan pada Kim Katral.
Karakter yang paling keibuan dan paling tradisonal dari keempatnya yang bekerja dalam bidang seni, Charlotte York, diperankan kembali oleh Kristin Davis.
Terakhir, karakter wanita yang paling maskulin, gila kerja, dan cerdas yang berprofesi sebagai seorang pengacara lulusan Harvard, Miranda Hobbes, tetap dipercayakan kepada Cynthia Nixon.

Pria yang berhubungan erat dengan keempat karakter ini juga tetap dimunculkan dalam film, yakni kekasih Carrie Mr Big (Chris Noth), suami Miranda Steve Brady (David Eigenberg), suami Charlotte Harry Goldenblatt (Evan Handler), dan kekasih Samantha Smith Jerrod (Jason Lewis).
Yang menarik, pemenag Academy Award untuk pemeran pembantu wanita terbaik dalam film Dream Girls yang juga salah satu finalis American Idol, Jeniffer Hudson, ikut bermain. Ia berperan sebagai asisten Carrie, Loise.
Pembuatan film berdana 65 juta dolar AS ini dimulai 19 September tahun lalu dan berakhir Desember dengan tetap mengambil setting di Kota New York.
Cerita di film menggambarkan kehidupan keempatnya sekitar empat tahun setelah masa terakhir di film serinya.
Penasaran dengan versi film dari drama komedi romantis yang menarik, menyentuh, dan sedikit nakal ini? Rencananya film ini akan mulai dirilis di Amerika Serikat 30 Mei 2008 mendatang. Namun, belum ada kepastian kapan film ini akan tayang di Indonesia.

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan Tribun
Timur edisi cetak: 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (iku)

LinkJurnalisme BlogJan 23, '08 12:53 PM
for everyone

LinkJurnalisme Surat KabarJan 23, '08 12:51 PM
for everyone

LinkMakassar, Sulawesi SelatanJan 23, '08 12:42 PM
for everyone

Link.:: Tribun Timur Makassar OnlineJan 23, '08 12:36 PM
for everyone
Link: http://www.tribun-timur.com

Koran terbesar di Makassar dan Sulawesi Selatan saat ini. Portal www.tribun-timur.com menyajikan informasi yang senantiasa terupdate. Berita-berita Makassar dan Sulawesi Selatan dapat diikuti setiap saat di manapun Anda berada. Ini bukan saja memudahkan warga Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat untuk mendapatkan informasi terkeni, tapi juga warga keempat etnis itu yang bermukim di luar Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help